06/09/11

pengobatan penyakit jiwa

pengobatan penyakit jiwa/ruqyah penyakit jiwa versi syarif muhammad.

Di antara obat-obatnya adalah: hadits shahih dari Ibnu Mas’ud Rhadiyallahu’anhu: ‘Tidak ada seorang mukmin yang tertimpa perasaan gelisah atau duka cita atau sakit hati,kecuali Allah Shubhanahu wa ta’alla melapangkan darinya. Ini adalah obat secara syara’.  ini yang dibaca:

اَللّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتَكِ, نَاصِيَتِي بِيَدِكَ’ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ, عَدْلٌ فِيَّ قَضَائُكَ, أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ, سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ: أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِي وَنُوْرَ صَدْرِي وَجلاَءَ حُزْنِي وَذهَابَ هَمِّي

Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba-Mu (perempuan), ubun-ubunku berada di tangan-Mu, terjadi padaku hukum-Mu, keputusan-Mu padaku sangat adil. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama-Mu, yang Engkau memberi nama dengannya untuk diri-Mu, atau Engkau memberi tahukan kepada seorang makhluk-Mu, atau Engkau turunkan pada kitab-Mu, atau hanya Engkau yang mengetahui dalam ilmu gaib: semoga Engkau menjadikan al-Qur`an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghapus sakit hatiku, dan yang menghilangkan kegelisahanku.


HR. Ahmad 1/391, 452, Abu Ya’la (5297), al-Bazzar 994, Ibnu Hibban 972, ath-Thabrani dalam al-Kabir 10352. Al-Haitsami berkata dalam Majma Zawaid (10/136: perawi Ahmad dan Abu Ya’la adalah perawi shahih selain Abu Salamah al-Juhani, ditsiqahkan oleh Ibnu Hibban.
read more

02/09/11

pembagian waqaf dan cara membacanya

assalamu'alaikum wr.wb.
dalam pemeraktekan membaca AL-QUR'AN akhir akhir ini banyak yang keliru,hal ini karna disebabkan kekurang fahaman dalam ilmu qori'ah,yang mana ilmu yang didapatnya bukan dari guru yang memang ahli atau hanya karena hasil membaca buku buku yang sudah diterjemah.
padahal belajar ilmu qiro'ah itu tidak bisa hanya dengan membaca buku atau pun kitab apalagi hanya dengan buku terjemah,akan tetapi harus dari guru yang memang sudah ahli,ilmunya washal kepada sumbernya.
yang kerap kali salah saya cumpai dalam hal waqaf,maka dari itu saya akan membahasnya disini.

waqaf,ialah berhenti dengan bernafas.
waqaf dibagi dalam beberapa bagian,
pertama waqaf dalam bacaan arab yang umum,baik dalam AL-QUR'AN maupun bukan AL-QUR'AN.
ada pun waqaf yang di AL-QUR'AN dibagi menjadi menjadi 2.
1.waqaf dhahir (bila isyarotin)
2. waqaf bil isyaroh
waqaf bil isyaroh dibagi menjadi 2
1.isymam.
isymam ialah membaca huruf yg terakhir dengan mengumpulkan kedua bibir berbentuk agak mencucung sebagai tanda bahwa huruf yang terkhir adalah dlammah. contohnya membaca: نستعين
2.raum.
raum ialah membaca bacaan yang terakhir dengan menyamarkan bacaannya dengan tambahan harokah sehingga kejelasan harkatnya tidak nyata namun hurufnya tetap nyata,contohnya القدر AL-QADRU dibaca AL-QADER bukan dibaca AL-QADIR atau AL-QADUR  atau AL-QADAR bukan pula AL-QAD.
kalau dibaca AL-QAD itu namanya waqaf dhahir (bila isyarotin),sedangkan ulama' qiro'ah tidak ada yang membolehkan membaca dengan nyata pada kalimat yang huruf terakhirnya hidup seperti contoh diatas.
semoga ini bermanfaat,wassalamu'alaikum wr.wb.
catatan kaki:
1.takhbirut taysir.
2.attaysir.
3.sirojul qori'il mubtadi'
read more

01/09/11

Ramalan Bintang

Ramalan Bintang Capricorn (21 Desember - 19 Januari)

Bintang:
Capricorn (21 Desember - 19 Januari)

Simbul:
Kambing
Kesehatan:

Sewaktu anak-anak sampai berumur 7 tahun kesehatannya kurang baik, sering sakit-sakitan, biasanya terkena pilek, batuk, perut kembung. Namun seiring dengan bertambahnya umur kesehatannya semakin membaik. Oleh karena itu, kesehatannya perlu diperhatikan sampai mencapai umur dewasa. Apabila masa sakit-sakitan telah dilewati maka selanjutnya akan tahan dengan berbagai macam penyakit sehingga dapat mencapai umur panjang.

Karakter:

Senang berpura-pura segan, namun sebenarnya ingin menonjol. Suka menyendiri, kadang-kadang ragu-ragu dan curiga. Akan tetapi bila keputusannya sudah diambil pendiriannya kuat. Senang dipuji sesuai dengan kecakapannya. Berani bertanggung jawab, ulet dan pandai dalam perhitungan untung rugi. Cendrung kepada kekolotan dan suka pada tradisi. Hemat dan sedikit pelit, namum suka menolong orang yang perlu ditolong. Ulet dalam bekerja. Kelemahannya, pemarah, mudah tersinggung, biasanya memikirkan kesulitan secara mendalam. Sukar memaafkan orang yang telah ingkar janji.

Pekerjaan:

Wartawan, pengarang, diplomat (politik), pemimpin, pendidik, pemain drama, pedagang. Untuk wanita bekerja di rumah sakit, model, kantor dagang dan pemerintahan.

Jodoh:

Seyogyanya orang yang pandai memberi kegembiraan kepadanya antara lain orang yang berbintang Virgo, Taurus, dan Libra.

Hari:

Sabtu

Warna:

Hijau tua
Batu:
Batu Agaat, Onyx putih, dan Biduri bulan.

Angka:

8 atau angka yang digabungkan menjadi 8, misalnya 35, 53, 71, dst.

Bintang:
Aquarius (20 Januari - 18 Februari)

Simbul:
Penuang Air

Kesehatan:
Mudah terserang penyakit tulang, saraf, peredaran darah kurang lancar, sakit kepala, sakit otak. Sebaiknya jangan terlalu banyak bekerja dengan otak. Atur keseimbangan antara bekerja dan beristirahat.

Karakter:
Berbudi luhur, selalu memperjuangkan keadilan, kemajuan, dan kesejahteraan. Bersedia berkorban untuk kebahagiaan orang lain. Ada yang berwatak keras kepala terkadang suka melamun. Berbakat dalam menciptakan karya-karya baru dalam hal musik. Cerdas, namun karena suka melamun kadang-kadang menjadi tidak menentu. Keseimbangan dalam jiwanya amat tinggi banyak orang yang meminta nasehat kepadanya. Manis peramah, suka pada kehiudupan yang lurus. Hemat, tidak tamak terhadap kebendaan. Wanita Aquarius tidak segan, berani bertindak melebihi kaum pria. Kelemahannya, suka menunda-nunda pekerjaan, seringkali sombong, gila hormat, bicaranya seringkali berlebihan sehingga seringkali menimnulkan kedustaan dalam membanggakan diri. Kadang kala kehilangan kepercayaan diri. Bila hendak mencapai maksudnya, kadang sampai hati melanggar aturan.

Pekerjaan:
Umumnya mempunyai kepandaian yang luar biasa. Karena kepandaiannya di banyak bidang, banyak pekerjaan yang disukai mencapai keberhasilan. Pekerjaan pilihan bagi mereka adalah dokter jiwa, pengarang, wartawan, seni musik, dan sebagainya.

Jodoh:
Dapat mencintai dan bersedia hidup di luar pernikahan. namun cintanya murni adn tidak mengharapkan akan keuntungan. Suka menikah dengan orang yang sudah dikenal lama. Sahabat atau jodohnya yang cocok adalah Gemini, Libra, dan Aquarius.
Hari:
Sabtu
Warna:
Hijau Muda
Batu:
Kecubung kasihan dan Nilam
Angka:
8 terutama 48 dan 84
Bintang:
Pisces (19 Februari - 20 Maret)
Simbul:
Ikan
Kesehatan:
Pada masa kanak-kanak kesehatannya kurang baik, namun seiring dengan bertambahnya umur kesehatannya membaik. Mudah terserang penyakit paru dan penyakit kaki. Disarankan jangan menggunakan obat-obatan yang dapat mematikan rasa dan jauhkan dari alkohol dan narkoba. Pada umur 14-21 tahun harus diperhatikan dan dijaga paru-parunya.
Karakter:
Orang Pisces umumnya mempunyai watak campuran baik dan buruk kelemahannya bersama-sama dengan kekuatannya. Mempunyai sifat perwira. Bila terlepas dari ketetapan hatinya, sering timbul kebimbangan. Mudah terpengaruh oleh lingkungan dan pergaulan. Suka dengan pemandangan alam, suka merantau. Pandai berbicara dan seringkali mengalahkan lawan bicaranya dalam berdebat. Suka menolong orang yang menderita, kadang kala dengan uang yang berlebihan, sehingga sering menimbulkan penyesalan kemudian. Pemahaman keagamannya amat mendalam sehingga dapat menjadi pemimpin agama atau organisasi keagamaan. Kelemahannya, pemarah, pemalu, pelupa, dan kadang keras kepala.
Pekerjaan:
Hampir semua pekerjaan dapat dikerjakan dengan baik. Terkadang karena wataknya yang bercampur antara baik dan kurang baik, maka pekerjaan yang dikerjakan sering tidak berhasil dengan baik. Mudah memahami ilmu perbintangan (astrolomi) dan kedokteran, seni, drama, penyelidikan, pertambangan, pelayaran, dan kebatinan. Antara umur 21 - 28 tahun bekerja keras untuk menghidupan, dan pada umur 40 - 50 tahun telah memetik hasil jerih payahnya. Wanita Pisces cocok bekerja sebagai juru rawat, pemimpin perusahaan, dan pekerjaan sosial.
Jodoh:
Dorongan hawa nafsu amat keras sehingga kadang-kadang pernikahannya bukan karena mencari teman hidup tetepi karena rasa simpati. Karena wataknya yang tidak tenang, maka ia menghendaki agar perkawinannya tidak amat mengikatnya. Jodonya Cancer atau Scorpio.
Hari:
Kamis
Warna:
Abu-abu
Batu:
Safier
Angka:
3, 6, dan 9
Bintang:
Aries (21 Maret - 20 April)

Simbul:
Domba
Kesehatan:
Kadang-kadang dapat terserang penyakit kepala yang ada hubungannya dengan penyakit mata dan hidung. Pikirannya sangat kuat, dan karenanya ia dapat menyembuhkan penyakitnya. Ia dapat pula diserang oleh penyakit yang hebat, namun dengan cara yang aneh dapat sembuh sendiri.
Karakter:
Ulet, pekerja keras, tabah, tak mudah putus asa, suka berkorban, semangatnya tinggi, dan tidak suka bermalas-malasan. Sanggup menghadapi segala rintangan. Berhati besar, tidak suka berbohong. Gemar pada kesenian dan keindahan. Berbakat untuk memiliki kekuatan gaib. Kelemahannya, suka berubah pikiran hingga sering salah perhitungan, selalu tidak puas, mudah tersinggung, pemarah, suka menyerang (agresif).
Pekerjaan:
Suka merantau dan sering berubah profesi, cocok menjadi wartawan harian, pengarang, penyair, guru, pemimpin masyarakat, Pandai mencari uang, tetapi tidak dapat menyimpannya. Kalau sudah terdesak oleh keadaan, ia menjadi pelit.
Jodoh:
Sagitarius, sama-sama Aries tetapi masing-masing harus dapat mengendalikan diri untuk kebahagiaan bersama.
Hari:
Selasa
Warna:
Merah Jingga
Batu:
Intan atau Berlian
Angka:
3
Bintang:
Taurus (21 April - 20 Mei)

Simbul:
Sapi Jantan
Kesehatan:
Mudah terserang penyakit tenggorokan dan penyakit kelamin. Nafsu birahinya tinggi, dan karena itu perlu berhati-hati dengan penyakit kelamin.
Karakter:
Umumnya sangat setia kepada sahabat-sahabatnya dan sanggup membela secara gigih, berani dan bertanggung jawab. Sabar, namun bila marah membahayakan. Tidak suka pada hal yang kecil dan sepele. Suka membangun sesuatu yang diharapkan akan kekal. Perasaannya halus sehingga dapat merasakan kesulitan orang lain dan selalu ingin menolong. Firasatnya tajam dan cepat mengetahui sifat orang yang dihadapinya. Pada umumnya bekerja lamban, tetapi kalau sudah mau bekerja, ia akan bekerja keras dan kadang-kadang sampai di luar kekuatannya. Kelemahannya, perlente, suka berpakaian bagus sampai hari tua. Cepat menarik dan ditarik oleh lawan jenis. Kalau marah sering merusak.
Pekerjaan:
Arsitek, bankir, petani, pengarang, penyanyi, pemimpin pergerakan, dan ahli berpiadto. Suka mengejar harta dan sukses. Tidak kurang sandang pangan.
Jodoh:
Dalam perkawinan kurang beruntung karena sering berselisih paham terutama pada tahun-tahun permulaan pernikahan. Kalau dapat bertahan, ia akan menganggap lawan hidupnya sebagai sauadra. Jodohnya bintang apa saja kecuali Aries.
Hari:
Jumat
Warna:
Biru Tua
Batu:
Turkoois, Pirus atau Zambrut.
Angka:
3, 6, dan 9
Bintang:
Gemini (21 Mei - 20 Juni)

Simbul:
Orang Kembar
Kesehatan:
Mudah terserang penyakit saraf, sering sakit kepala sampai tidak bisa tidur. Mudah lelah baik badan maupun jiwa. Sedapat mungkin jangan menggunakan pengobatan listrik. Paad umur 42 sebaiknya berhati-hati karena mudah terserang berbagai penyakit. Waktu kanak-kanak mudah cacingan. Harus banyak istirahat, jangan terlalu banyak bekerja dengan otak. Perlu latihan pernafasan untuk mencegah penyakit paru-paru. Harus diperlakukan dengan sabar, tidak boleh dimaki-maki dengan kata-kata kasar karena perasaanya halus. Antara umur 14 - 20tahun pertumbuhannya baik asal kesehatannya dijaga.
Karakter:
Cerdas, pirasatnya tajam, berbakat menjadi orang pintar. Sopan santun dan disukai oleh setiap orang. Hatinya terbuka, suka menolong orang lain sekalipun dengan meminjam, suka pada pelajaran tinggi, dan pandai berbicara. Kelemahannya, Susah dapat menyimpan uang karena suka menghabiskan uangnya untuk menolong orang lain. Suka memerintah, tetapi akhirnya mundur teratur. Pemberani, tetapi pada lain waktu penakut, dan mudah tersinggung.
Pekerjaan:
Menjadi ulama, pemimpin peribadatan, pendeta, guru, pengacara, dokter, dan wartawan. Menjadi wartawan lebih cocok dibanding pendeta dan guru yang bersifat monoton. Cocok sebagai pengacara karena pandai beradu argumentasi. Tidak berbakat sebagai pedagang.
Jodoh:
Karena hatinya sering tidak menentu sehingga dalam perjodohan kurang menemukan kebahagiaan. Mungkin akan menikah lebih dari sekali. Mempunyai keinginan untuk hidup bahagia dalam berkeluarga, namun kenyataannya sering gagal. Wanita Gemini sering meributkan hal-hal yang kecil dalam berumah tangga, tetapi menyukai keindahan dan pandai mengatur keselarasan. Jodohnya adalah Libra yang sabar, Aquarius yang pengertian, atau Gemini sendiri karena mempunyai kesamaan kepribadian.
Hari:
Rabu
Warna:
Kuning
Batu:
Batu aquamarin atau batu laut.
Angka:
5 atau berjumlah 5
Bintang:
Cancer (21 Juni - 20 Juli)

Simbul:
Kepiting
Kesehatan:
Dapat terserang gangguan pencernaan. Oleh karena itu hindari makanan pedas atau makanan yang dingin (es).
Karakter:
Gemar kepada kekuatan gaib, kebatinan, gerakannya agak lambat, pandai bergaul, dan sangat teliti. Kelemahannya, suka berhayal, pemalu, hatinya lembek, dan mudah tersinggung.
Pekerjaan:
Pengurus restoran, hotel atau toko. Pemimpin, pemain sandiwara, ahli sejarah, museum, pengarang dan ahli berpidato. Kalau dapat mengatasi sifat pemalunya, mungkin akan menduduki tempat yang terkemuka di masyarakat. Sukses dalam hidupnya bila sudah mencapai usia agak lanjut. Pandai mencari dan menyimpan uang.
Jodoh:
Biasanya pernikahannya terlambat bahkan kadang tidak mau menikah. Untuk mendapat keturunan yang kuat sebaiknya jodohnya Scorpio atau Pisces.
Hari:
Senin
Warna:
Ungu
Batu:
Mutiara atau Akik
Angka:
9
Bintang:
Leo (21 Juli - 21 Agustus)

Simbul:
Singa Jantan
Kesehatan:
Peka terhadap penyakit jantung, paru-paru, dan kurang darah. Bila sakit perlu banyak hiburan.
Karakter:
Angker dan agung, tegap perawakannya, pundaknya lebar, langkah kakinya kuat, mukanya berseri-seri, matanya bersinar, postur seluruh tubuhnya serba berimbang. Jujur dan setia, ramah-tamah, suka kepada kemewahan. Suka berkeja dengan sungguh-sungguh dan tidak tanggung-tanggung, mau menerima kecaman yang berdasar kebenaran, dan suka memaafkan. Kelemahannya, tidak mau di bawah perintah orang lain, kalau mencintai sering membuta tuli. Bilamana kurang pendidikan, sikap agungnya berubah menjai sombong dan dusta. Rakus terhadap makanan, mudah tertarik kepada lawan jenis, suka memandang remeh orang lain. Wanita Leo lebih boros dari pria.
Pekerjaan:
Pekerjaan yang cocok adalah berwiraswasta atau pemimpin perusahaan.
Jodoh:
Sagitarius, Aries, Libra, dan Gemini.
Hari:
Minggu
Warna:
Kuning dan Orange
Batu:
Berlian, Ruby (merah bintang), dan mirah.
Angka:
1
Bintang:
Virgo (22 Agustus - 22 September)

Simbul:
Gadis
Kesehatan:
Mudah terserang penyakit perut, limpa, cacing pita, kolera, usus buntu, disentri, dan sesak nafas. Namun mempunyai keajaiban untuk menyembuhkan diri sendiri.
Karakter:
Otaknya cemerlang, mudah memahami pelajaran, setia pada keluarga, sopan santun, suka berpakaian rapi dan bagus. Suka mengalah, tidak mudah memutuskan hubungan. Riang gembira, mukanya berseri-seri, awet muda, dan suka pada anak-anak. Kelemahannya, bilamana kurang pendidikan dapat berbuat sewenang-wenang, sombong akan kekayaan dan kedudukanya. Suka merusak barang-barang bila marah. Tidak mau mengaku salah, suka berhutang, tidak dapat dipercaya. Tetapi kalau berpendidikan baik, orang Virgo paling mudah dipercaya.
Pekerjaan:
Ahli kimia, kesusastraan, musik, pandai berpidato. Berbakat dalam ilmu kebatinan. Dapat bekerja secara cepat, cocok mengurus rumah tangga, dan merawat orang sakit dan anak-anak.
Jodoh:
Libra, Sagitarius, dan Virgo sendiri.
Hari:
Rabu
Warna:
Kuning
Batu:
Jaspi (Badar hijau)
Angka:
6
Bintang:
Libra (23 September - 23 Oktober)

Simbul:
Timbangan
Kesehatan:
Dapat terserang penyakit ginjal, kulit, maag, ekseem, dan bagi wanita bermasalah dengan datang bulan (tidak tepat), Waktu kecil kebanyakan kurus, namun bila sudah besar dapat menjadi gemuk.
Karakter:
Parasnya bundar, namun ada pula yang lonjong, suaranya nyaring, sorot matanya bagus terutama kaum wanitanya. Ada dua macam orang Libra, Pertama riang gembira, namun tiba-tiba sedih, dan yang kedua selalu sedih namun mendadak menjai riang gembira. Suka kepada kemewahan, suka damai. Baik pria maupun wanita, Libra suka kepada keserasian dan senantiasa menjauhi permusuhan. Budi bahasanya manis, senyumnya menarik. Firasatnya tajam, seringkali dugaannya tepat. Kelamahannya, pelit saking hematnya, pemalu, tidak mudah melupakan kesalahan orang kepadanya. Sukar untuk dicintai karena perkataannya suka menyinggung perasaan orang lain dan ia tidak peduli dicintai atau tidak. Kalau niatnya dirintangi ia bisa mengamuk dan menuntut balas. Malas bekerja seniri. Nafsu birahinya tinggi. Tidak suka dicela, dan tidak sabar.
Pekerjaan:
Dagang, wartawan, penerbit buku, dan guru. Dapat juga menjadi pendeta, penerbang, dan insinyur mesin. Mudah memahami tenaga gaib, spekulasi terkadang dapat berhasil. Tidak boleh mengharapkan warisan.
Jodoh:
Capricorn, Aries, dan Libra sendiri.
Hari:
Jumat
Warna:
Biru Muda
Batu:
Opal, berlian, dan mirah warna kuning
Angka:
2 dan 9
Bintang:
Scorpio (24 Oktober - 22 Nopember)

Simbul:
Kalajengking
Kesehatan:
Mudah terserang penyakit kelamin, jantung, sakit pinggang, batu ginjal, hidung (polip). Wanitanya dapat terserang keputihan dan bagian peranakannya.
Karakter:
Pejuang yang jujur hingga berani memberontak, tidak suka diperintah orang lain, terlalu pegang pada janji, berbakat besar tentang ilmu gaib, pandangannya luas, mudah belajar bahasa asing. Suka berpakaian bagus, rumah baik, dan rapi. Pandai menyimpan rahasia dan karenanya mudah dipercaya. Tajam dan berbakat pada ilmu watak manusia. Kelemahannya, kalau sedang sedih tidak banyak bicara dan perkataanya sering menyakiti hati orang lain. Suka mengumbar nafsu, dapat berbuat kejam, senang dipuji, kalau keinginannya tidak tercapai dapat berbuat nekat. Cemburu, tidak suka dikecam dan dibantah.
Pekerjaan:
Dokter terutama ahli bedah, sukses dalam militer dan keagamaan, reporter, detektif. Untuk wanita, cocok dengan pekerjaan yang memerlukan ketabahan, keberanian, dan keadilan.
Jodoh:
Libra atau Virgo
Hari:
Selasa
Warna:
Merah
Batu:
Ratna Cempaka, Topas dan Opal
Angka:
8
Bintang:
Sagitarius (23 Nopember - 20 Desember)

Simbul:
Pemanah
Kesehatan:
Mudah terserang penyakit rematik, paru-paru, patah tulang kaki, asma, batuk, dan bronchitis.
Karakter:
Berbudi luhur, senantiasa memikirkan cara-cara menaikkan martabat manusia dan kemakmuran masyarakat. Budi bahasanya manis, peramah, dan oleh karenanya banyak disukai orang. Berani berkorban untuk orang lain. Sanggup bekerja keras, berhati-hati, dan disiplin sehingga sering mendapatkan keudukan tinggi di masyarakat. Orang sagitarius mungkin menyeniri untuk menempuh hidup suci. Wanita sagitarius pandai mengatur rumah tangga, dicintai oleh keluarganya karena adil, namun keras. Kelemahannya, bangga akan kepandaiannya sendiri, suka mengejek dengan cara terbungkus yang menginggung orang lain. Orang sagitarius yang kurang pendidikan, suka marah, merusak, mau menang sendiri, berbuat nekat. Dalam memberikan pertolongan kepada orang sering melewati batas, dan sering kebaikan, kejujuran dan kedermawanannya disia-siakan orang.
Pekerjaan:
di bidang keagamaan, diplomatik, penerbit buku, percetakan, wartawan, pengacara, ahli olah raga, dan seniman. Dalam hidupnya jarang sampai kekurangan uang.
Jodoh:
Aquarius, Libra, dan Sagitarius sendiri.
Hari:
Kamis
Warna:
Merah. Hijau, dan Kuning emas.
Batu:
Intan dan Kemala
Angka:
4
read more

29/08/11

cara mudah untuk melihat jin ataupun toyol

assalamu'alaikum wr.wb.
kemaren sebagian teman saya tidak jadi memberi ijazah secara umum,amalan untuk melihat jin,dikarenakan tidak mendapat izin dari gurunya,sekarang saya disini akan memberi izin secara umum,amalan plus cara caranya agar bisa melihat jin ataupun toyol.
namun sebelumnya saya akan membahas persyaratannya dulu.
1.anda harus berjanji pada saya untuk tidak menggunakan ilmu ini untuk urusan maksiat.
2.anda siap menerima resikonya.
3.anda siap memenuhi persyaratannya.
resikonya antara lain:
1.kalau anda tidak kuat untuk melihat jin,anda bisa stress atau gila.
2.bisa juga anda diganggu oleh beberapa jin yang bisa anda lihat tersebut,atau sebelum anda bisa melihatnya.
gangguannya macam macam,bisa si jin menyerupai manusia yang anda kenal,bisa juga selalu menemani anda dalam aktifitas anda dll.
persyaratannya:
1.anda siap dan ikhlas dengan mahar yg ditentukan saya.
2.siap berusaha dengan sungguh sungguh memenuhi persyaratan ilmunya,dalam amalan ini persyaratan wiritnya tidak banyak,namun persyaratan dhahirnya yang lumayan repot.
anda harus benar benar siap memenuhinya.
konon,untuk melihat toyol cukup dengan telanjang bulat sudah bisa melihat toyol,namun setelah beberapa orang mencobanya ternyata tidak berhasil.
dengan bacaan dan cara cara saya ini insya allah anda akan benar benar bisa melihat jin atau pun toyol.
berapa persen kemungkinan berhasilnya?
90% anda akan berhasil,asal persyaratannya anda penuhi.
sampai kapan kekuatan ilmu ini akan bertahan pada kita?
ilmu ini menggunakan barang yg alami/dari alam,bukan berbentuk azimah atau rajah,selama barang itu ada dan anda memakainya,maka anda masih bisa melihat jin.
kalau nanti habis anda bisa membuat atau mencari lagi dan begitu seterusnya.
maharnya:
mahar b.
anda bisa lihat di artikel MAHAR
namun ingat! saya tidak tanggung jawab pada efek atau resiko yang akan menimpa anda.
saya hanya akan mengajari ilmu dan tatacaranya saja.
wassalamu'alaikum wr.wb.
read more

28/08/11

Problematika Bilangan Rakaat Shalat Tarawih


Bulan Ramadhan adalah bulan termulia; bulan turunnya Al-Qur`an untuk pertama kali, bulan penuh ampunan, rahmah serta ridho Allah Subhanahu wa Ta`ala, bulan yang penuh dengan momen-momen terkabulnya doa, di bulan ini terdapat lailatul qadar, yakni suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Bulan Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak pahala dengan melakukan berbagai macam amal ibadah.
Diantara ibadah yang mendapat penekanan khusus pada bulan Ramadhan adalahqiyam Ramadhan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan qiyam pada (malam) bulan Ramadhan karena meyakini keutamaannya dan karena mencari pahala (bukan karena tujuan pamer atau sesamanya), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lewat”. (Muttafaq `alaih).
Qiyam Ramadhan yang dimaksud pada hadis di atas bisa dilaksanakan dengan shalat Tarawih atau ibadah lainnya.(1)
Kontroversi Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
Perdebatan seputar jumlah rakaat shalat tarawih bukanlah hal baru dalam kajian hukum Islam. Perdebatan itu adalah perdebatan klasik dan telah ada sejak masa para ulama salaf. Imam Ishaq bin Manshur pernah bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal tentang jumlah rakaat shalat qiyam Ramadhan yang beliau kerjakan. Beliau menjawab: “Ada sekitar empat puluh pendapat mengenai masalah ini.” Imam al-`Aini menyebutkan sebelas pendapat ulama seputar jumlah raka`at shalat Tarawih.(2)
Walaupun terjadi perbedaan semacam itu, perlu diketahui, shalat Tarawih boleh untuk dilakukan hanya dua rakaat saja atau berpuluh-puluh rakaat.(3) Syekh Ibnu Taimiyah berkata : “Barangsiapa yang menduga bahwa sesungguhnya qiyam Ramadhan memiliki bilangan tertentu yang ditentukan oleh Nabi shallallahu alihi wa sallam, tidak boleh ditambah atau dikurangi, maka sungguh dia telah salah.”(4) Para ulama hanya berbeda pendapat dalam menentukan jumlah rakaat yang paling utama.(5) Kebanyakan ulama memilih dua puluh rakaat.(6) Namun ada juga beberapa pendapat yang memilih selain dua puluh, seperti sebelas (delapan rakaat Tarawih dan tiga rakaat Witir) dan lain-lain.(7) Ibnu Taimiyah menganggap semuanya baik dan boleh dikerjakan.(8)
Perbedaan ini muncul karena di dalam hadis-hadis yang shahih, tidak ada kejelasan berapa rakaat Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan qiyam Ramadhan. Yang jelas Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan qiyam Ramadhan yang kemudian dikenal dengan shalat Tarawih itu selama dua atau tiga malam saja dengan berjamaah di masjid. Malam ketiga atau keempat, beliau ditunggu-tunggu, tetapi beliau tidak keluar. Sejak saat itu, sampai beliau wafat bahkan sampai pada awal masa Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu `anhu, tidak ada yang melakukan shalat Tarawih secara berjamaah dengan satu imam di masjid.(9)

Dalil Tarawih 20 Rakaat
Mayoritas ulama berpendapat bahwa bilangan rakaat shalat Tarawih yang paling afdhaladalah dua puluh rakaat.
Berikut ini adalah dalil-dalil yang di jadikan pijakan untuk mendukung pendapat tersebut.
1. Hadis mauquf.
وعن ابن شهاب عن عروة بن الزبير عن عبد الرحمن بن عبد القاري، أَنَّهُ قَالَ : خَرَجْت مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ لَيْلَةً فِي رَمَضَانَ إلَى الْمَسْجِدِ ، فَإِذَا النَّاسُ أَوْزَاعٌ مُتَفَرِّقُونَ ، يُصَلِّي الرَّجُلُ لِنَفْسِهِ ، وَيُصَلِّي الرَّجُلُ فَيُصَلِّي بِصَلَاتِهِ الرَّهْطُ . فَقَالَ عُمَرُ : إنِّي أَرَى لَوْ جَمَعْتُ هَؤُلَاءِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ لَكَانَ أَمْثَلَ ، ثُمَّ عَزَمَ فَجَمَعَهُمْ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ . ثُمَّ خَرَجْت مَعَهُ لَيْلَةً أُخْرَى وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ بِصَلَاةِ قَارِئِهِمْ . قَالَ عُمَرُ : نِعْمَ الْبِدْعَةُ هَذِهِ…


“Diriwayatkan dari Ibnu Syihab, dari `Urwah bin al-Zubair, dari Abd. Rahman bin Abd. al-Qari, ia berkata: “Pada suatu malam di bulan Ramadhan, saya keluar ke masjid bersama Umar bin al-Khatthab. Kami mendapati masyarakat terbagi menjadi beberapa kelompok yang terpisah-pisah. Sebagian orang ada yang shalat sendirian. Sebagian yang lain melakukan shalat berjamaah dengan beberapa orang saja.


Kemudian Umar berkata: “Menurutku akan lebih baik jika aku kumpulkan mereka pada satu imam.” Lalu Umar berketetapan dan mengumpulkan mereka pada Ubay bin Ka`ab. Pada kesempatan malam yang lain, aku (Rahman bin Abd. al-Qari) keluar lagi bersama Umar. (dan aku menyaksikan) masyarakat melakukan shalat secara berjamaah mengikuti imamnya. Umar berkata: “Ini adalah sebaik-baik bid`ah…” (HR. Bukhari).

Di dalam hadis yang lain disebutkan, bilangan rakaat shalat Tarawih yang dilaksanakan pada masa Khalifah Umar bin al-Khatthab adalah dua puluh.
عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : (كَانُوا يَقُومُونَ عَلَى عَهْدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ بِعِشْرِينَ رَكْعَةً.

“Diriwayatkan dari al-Sa`ib bin Yazid radhiyallahu `anhu. Dia berkata : “Mereka (para shahabat) melakukan qiyam Ramadhan pada masa Umar bin al-Khatthab sebanyak dua puluh rakaat.”
Hadis kedua ini diriwayatkan oleh Imal al-Baihaqi di dalam al-Sunan al-Kubro, I/496. dengan sanad yang shahih sebagaimana dinyatakan oleh Imam al-`Aini, Imam al-Qasthallani, Imam al-Iraqi, Imam al-Nawawi, Imam al-Subki, Imam al-Zaila`i, Imam Ali al-Qari, Imam al-Kamal bin al-Hammam dan lain-lain.(10)
Menurut disiplin ilmu hadis, hadis ini di sebut hadis mauquf (Hadis yang mata rantainya berhenti pada shahabat dan tidak bersambung pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam). Walaupun mauquf, hadis ini dapat dijadikan sebagai hujjah dalam pengambilan hukum (lahu hukmu al-marfu`). Karena masalah shalat Tarawih termasuk jumlah rakaatnya bukanlah masalah ijtihadiyah (laa majala fihi li al-ijtihad), bukan pula masalah yang bersumber dari pendapat seseorang (laa yuqolu min qibal al-ra`yi).(11)


2. Ijma` para shahabat Nabi.


Ketika Sayyidina Ubay bin Ka`ab mengimami shalat Tarawih sebanyak dua puluh rakaat, tidak ada satupun shahabat yang protes, ingkar atau menganggap bertentangan dengan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Apabila yang beliau lakukan itu menyalahi sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, mengapa para shahabat semuanya diam? Ini menunjukkan bahwa mereka setuju dengan apa yang dilakukan oleh Sayyidina Ubay bin Ka`ab. Anggapan bahwa mereka takut terhadap Sayyidina Umar bin al-Khatthab adalah pelecehan yang sangat keji terhadap para shahabat. Para shahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah orang-orang yang terkenal pemberani dan tak kenal takut melawan kebatilan, orang-orang yang laa yakhofuna fi Allah laumata laa`im. Bagaimana mungkin para shahabat sekaliber Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Sayyidina Utsman bin Affan, Sayyidina Abu Hurairah, Sayyidah A`isyah dan seabrek shahabat senior lainnya (radhiyallahu `anhum ajma`in) kalah berani dengan seorang wanita yang berani memprotes keras kebijakan Sayyidina Umar bin al-Khatthab yang dianggap bertentangan dengan Al-Qur`an ketika beliau hendak membatasi besarnya mahar?(12)


Konsensus (ijma`) para shahabat ini kemudian diikuti oleh para tabi`in dan generasi setelahnya. Di masjid al-Haram Makkah, semenjak masa Khalifah Umar bin al-Khatthabradhiyallahu `anhu hingga saat ini, shalat Tarawih selalu dilakukan sebanyak dua puluh rakaat. KH. Ahmad Dahlan, pendiri Perserikatan Muhammadiyah juga melakukan shalat Tarawih sebanyak dua puluh rakaat, sebagaimana informasi dari salah seorang anggota Lajnah Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sekaligus pembantu Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA. Para ulama salaf tidak ada yang menentang hal ini. Mereka hanya berbeda pendapat mengenai kebolehan melakukan shalat Tarawih melebihi dua puluh rakaat.(13)


Imam Ibnu Taimiyah yang di agung-agungkan oleh kelompok pendukung Tarawih delapan rakaat, dalam kumpulan fatwanya mengatakan:


“Sesungguhnya telah tsabit (terbukti) bahwa Ubay bin Ka`ab mengimami shalat pada bulan Ramadhan dua puluh rakaat dan Witir tiga rakaat. Maka banyak ulama berpendapat bahwa hal itu adalah sunnah, karena Ubay bin Ka`ab melakukannya di hadapan para shahabat Muhajirin dan Anshar dan tidak ada satupun di antara mereka yang mengingkari…”(14)


Di samping kedua dalil yang sangat kuat di atas, ada beberapa dalil lain yang sering digunakan oleh para pendukung Tarawih dua puluh rakaat. Namun, menurut hemat penulis, tidak perlu mencantumkan semua dalil-dalil tersebut. Karena di samping dha`if,kedua dalil di atas sudah lebih dari cukup.

Dalil Tarawih 8 Rakaat
Sebagian ulama ada yang berpendapat shalat Tarawih delapan rakaat lebih afdhal. Bahkan ada yang ekstrim, yaitu sebagian umat Islam yang berkeyakinan shalat Tarawih tidak boleh melebihi delapan rakaat. Syekh Muhammad Nashir al-Din al-Albani berpendapat bahwa shalat Tarawih lebih dari sebelas rakaat itu sama saja dengan shalat Zhuhur lima rakaat.(15)
Berikut ini adalah beberapa dalil yang biasa mereka gunakan untuk membenarkan pendapatnya sekaligus sanggahannya.
1. Hadis Ubay bin Ka`ab :
أخبرنا أحمد بن علي بن المثنى ، قال : حدثنا عبد الأعلى بن حماد ، قال : حدثنا يعقوب القمي ، قال : حدثنا عيسى بن جارية ، حدثنا جابر بن عبد الله ، قال : جاء أبي بن كعب إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : يا رسول الله ، إنه كان مني الليلة شيء – يعني في رمضان – قال : وما ذاك يا أبي ؟ قال : نسوة في داري قلن : إنا لا نقرأ القرآن ، فنصلي بصلاتك ، قال : فصليت بهن ثماني ركعات ، ثم أوترت ، قال : فكان شبه الرضا ، ولم يقل شيئا.

Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata : “Ubay bin Ka`ab datang menghadap Nabishallallahu alaihi wa sallam lalu berkata : “Wahai Rasulullah tadi malam ada sesuatu yang saya lakukan, maksudnya pada bulan Ramadhan.” Nabi shallallahu alaihi wa sallam kemudian bertanya: “Apakah itu, wahai Ubay?” Ubay menjawab : “Orang-orang wanita di rumah saya mengatakan, mereka tidak dapat membaca Al-Qur`an. Mereka minta saya untuk mengimami shalat mereka. Maka saya shalat bersama mereka delapan rakaat, kemudian saya shalat Witir.” Jabir kemudian berkata : “Maka hal itu sepertinya diridhai Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan beliau tidak berkata apa-apa.”(HR. Ibnu Hibban).


Hadis ini kualitasnya lemah sekali. Karena di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Isa bin Jariyah. Menurut Imam Ibnu Ma`in dan Imam Nasa`i, Isa bin Jariyah adalah sangat lemah hadisnya. Bahkan Imam Nasa`i pernah mengatakan bahwa Isa bin Jariyah adalah matruk (hadisnya semi palsu karena ia pendusta). Di dalam hadis ini juga terdapat rawi bernama Ya`qub al-Qummi. Menurut Imam al-Daruquthni, Ya`qub al-Qummi adalah lemah (laisa bi al-qawi).(16)

2. Hadis Jabir :
حدثنا عثمان بن عبيد الله الطلحي قال نا جعفر بن حميد قال نا يعقوب القمي عن عيسى بن جارية عن جابر قال صلى بنا رسول الله صلى الله عليه و سلم في شهر رمضان ثماني ركعات وأوتر.

Dari Jabir, ia berkata : “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah mengimami kami shalat pada bulan Ramadhan delapan rakaat dan Witir.” (HR. Thabarani).(17)

Hadis ini kualitasnya sama dengan Hadis Ubay bin Ka`ab di atas, yaitu lemah bahkanmatruk (semi palsu). karena di dalam sanadnya terdapat rawi yang sama, yaitu Isa bin Jariyah dan Ya`qub al-Qummi.(18)

3. Hadis Sayyidah A`isyah tentang shalat Witir :
مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

“Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam tidak pernah menambahi, baik pada bulan Ramadhan maupun selain bulan Ramadhan, dari sebelas rakaat.” (Muttafaq `alaih).

Menurut kelompok pendukung Tarawih delapan rakaat, sebelas rakaat yang di maksud pada hadis ini adalah delapan rakaat Tarawih dan tiga rakaat Witir.

Dari segi sanad, hadis ini tidak diragukan lagi keshahihannya. Karena di riwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Imam Muslim dan lain-lain (muttafaq `alaih). Hanya saja, penggunaan hadis ini sebagai dalil shalat Tarawih perlu di kritisi dan di koreksi ulang.
Berikut ini adalah beberapa kritikan dan sanggahan yang perlu diperhatikan oleh para pendukung Tarawih delapan rakaat :
1. Pemotongan hadis.
Kawan-kawan yang sering menjadikan hadis ini sebagai dalil shalat Tarawih, biasanya tidak membacanya secara utuh, akan tetapi mengambil potongannya saja sebagaimana disebutkan di atas. Bunyi hadis ini secara sempurna adalah sebagai berikut :
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ أخبره أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ –رضي الله عنها- : كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- فِي رَمَضَانَ ؟ قَالَتْ : مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً ، يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا ، قَالَتْ عَائِشَةُ : فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَتَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ ؟ فَقَالَ : يَا عَائِشَةُ ، إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَلَا يَنَامُ قَلْبِي.


dari Abi Salamah bin Abd al-Rahman, ia pernah bertanya kepada Sayyidah A`isyah radhiyallahu `anha perihal shalat yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada bulan Ramadhan. A`isyah menjawab : “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah menambahi, baik pada bulan Ramadhan maupun selain bulan Ramadhan, dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, dan jangan kamu tanyakan baik dan panjangnya. Kemudian beliau shalat empat rakaat, dan jangan kamu tanyakan baik dan panjangnya. Kemudian beliau shalat tiga rakaat. A`isyah kemudian berkata : “Saya berkata, wahai Rasulullah, apakah anda tidur sebelum shalat Witir?” Beliau menjawab : “Wahai A`isyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, akan tetapi hatiku tidak tidur.”


Pemotongan hadis boleh-boleh saja dilakukan, dengan syarat, orang yang memotong adalah orang alim dan bagian yang tidak disebutkan tidak berkaitan dengan bagian yang disebutkan. Dalam arti, pemotongan tersebut tidak boleh menimbulkan kerancuan pemahaman dan kesimpulan yang berbeda.(19) Pemotongan pada hadis di atas, berpotensi menimbulkan kesimpulan berbeda, karena jika di baca secara utuh, konteks hadis ini sangat jelas berbicara tentang shalat Witir, bukan shalat Tarawih, karena pada akhir hadis ini, A`isyah menanyakan shalat Witir kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.(20)

2. Kesalahan dalam memahami maksud hadis.
Dalam hadis di atas, Sayyidah A`isyah dengan tegas menyatakan bahwa Nabishallallahu alaihi wa sallam tidak pernah melakukan shalat melebihi sebelas rakaat baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan-bulan yang lain. Shalat yang dilakukan sepanjang tahun, baik pada bulan Ramadhan maupun bulan lainnya, tentu bukanlah shalat Tarawih. Karena shalat Tarawih hanya ada pada bulan Ramadhan. Oleh karena itu para ulama berpendapat bahwa hadis ini bukanlah dalil shalat Tarawih. Akan tetapi dalil shalat Witir.

Kesimpulan ini diperkuat oleh hadis lain yang juga diriwayatkan oleh Sayyidah A`isyahradhiyallahu `anha.
عن عائشة – رضي الله عنها – : قالت : « كان النبيُّ -صلى الله عليه وسلم- يُصلِّي من الليل ثلاثَ عَشْرَةَ ركعة ، منها الوتْرُ وركعتا الفجر ».
Dari A`isyah radhiyallahu `anha, ia berkata : “Nabi shallallahu alaihi wa sallam shalat malam tiga belas rakaat, antara lain shalat Witir dan dua rakaat Fajar.” (HR. Bukhari).(21)

3. Pemenggalan Hadis.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, kawan-kawan pendukung Tarawih delapan rakaat mengatakan bahwa maksud dari pada sebelas rakaat pada hadis di atas adalah delapan rakaat Tarawih dan tiga rakaat Witir. Hal ini tidak tepat. Karena ini berarti satu hadis yang merupakan dalil untuk satu paket shalat dipenggal menjadi dua, delapan rakaat Tarawih dan tiga rakaat Witir.(22)

Di sisi lain, jika kita menyetujui pemenggalan ini, maka kita harus menyetujui bahwa selama bulan Ramadhan Nabi shallallahu alaihi wa sallam hanya melakukan shalat Witir tiga rakaat saja. Ini tidak pantas bagi beliau yang merupakan tauladan bagi umat dalam hal ibadah. Imam al-Tirmidzi mengatakan : “Diriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam shalat Witir 13, 11, 9, 7, 5, 3 dan 1 rakaat.”(23) Apabila di selain bulan Ramadhan saja beliau melakukan shalat Witir sebanyak 13 atau 11 rakaat, pantaskah beliau hanya melakukan shalat Witir hanya tiga rakaat saja pada bulan Ramadhan yang merupakan bulan ibadah?

4. Inkonsisten dalam mengamalkan hadis.
Dalam hadis di atas secara jelas dinyatakan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallamtidak pernah melakukan shalat melebihi sebelas rakaat baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan-bulan yang lain. Kalau mau konsisten, kawan-kawan yang memahami bahwa sebelas rakaat pada hadis di atas maksudnya adalah delapan rakaat Tarawih dan tiga rakaat Witir, seharusnya mereka melakukan shalat Tarawih dan Witir sepanjang tahun, dan bukan pada bulan Ramadhan saja. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Entah dasar apa yang mereka pakai untuk memenggal hadis tersebut pada bulan Ramadhan saja.
5. Kontradiksi dengan pemahaman para shahabat Nabi.
Pemenggalan hadis seperti itu juga bertentangan dengan konsensus (ijma`) para shahabat radhiyallahu `anhum termasuk diantaranya Khulafa` al-Rasyidin yang melakukan shalat Tarawih dua puluh rakaat. Hal itu berarti juga bertentangan dengan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk mengikuti jejak para Khulafa` al-Rasyidin. Dalam sebuah hadis disebutkan :
عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ مِنْ بَعْدِي
“Ikutilah sunnahku dan sunnah al-Khulafa` al-Rasyidin setelahku!” (HR. Ahmad, Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Hakim).(24)
Dalam hadis yang lain disebutkan :
اقْتَدُوا بِاللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِى أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ
“Ikutilah orang-orang setelahku, yaitu Abu Bakar dan Umar!” (HR. Ahmad, al-Tirmidzi, Ibnu Majah dan lain-lain).(25)
Dalam hadis yang lain juga disebutkan :
إن الله جعل الحق على لسان عمر وقلبه
“Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada lisan dan hati Umar.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, al-Hakim, al-Tirmidzi dan lain-lain).(26)
6. Kerancuan linguistik.
Kata tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari kata tarwihah, yang secara kebahasaan berarti mengistirahatkan atau istirahat sekali. Jika di jamakkan, maka akan berarti istirahat beberapa kali, minimal tiga kali. Karena minimal jamak dalam bahasa Arab adalah tiga. Shalat qiyam Ramadhan disebut dengan shalat Tarawih, karena orang-orang yang melakukannya beristirahat tiap sehabis empat rakaat.(27)[i] Maka Dari sudut bahasa, shalat Tarawih adalah shalat yang banyak istirahatnya, minimal tiga kali. Hal ini pada gilirannya menunjukkan bahwa rakaat shalat Tarawih lebih dari delapan, minimal enam belas. Karena jika seandainya shalat Tarawih hanya delapan rakaat, maka istirahatnya hanya sekali. Tentu hal ini sangatlah rancu ditinjau dari segi kebahasaan.(28)


Kesimpulan

Dari uraian di atas, jelas sekali bahwa shalat Tarawih dua puluh rakaat lebih afdhaldibanding delapan rakaat. Dengan dalil ijma` shahabat di dukung hadis mauqufberkualitas shahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi di dalam al-Sunan al-Kubro. Sementara tidak ada dalil shahih yang mendukung keutamaan shalat Tarawih delapan rakaat atas shalat Tarawih dua puluh rakaat. Yang ada hanyalah dalil-dalil dha`if, bahkanmatruk (semi palsu) atau dalil shahih yang di salah-pahami.


Namun perlu di ingat, sebagaimana dijelaskan sebelumnya, perbedaan ini hanyalah berkisar seputar mana yang lebih afdhal? Jadi, tidak selayaknya kelompok yang lebih memilih melaksanakan shalat Tarawih dua puluh rakaat melecehkan atau menyesatkan kelompok yang memilih melakukannya delapan rakaat. Begitu pula sebaliknya. Apalagi sampai saling mengkafirkan. Sungguh sangat disesalkan, di bulan Ramadhan yang agung, bulan untuk berlomba-lomba mencari pahala, berkah, rahmah dan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta`ala, justru dikotori dengan saling hina, saling menyalahkan bahkan saling mengkufurkan antara kelompok masyarakat yang lebih memilih shalat Tarawih sebanyak dua puluh rakaat dengan kelompok masyarakat yang memilih delapan rakaat saja. Apakah kiranya yang mendorong kedua kelompok ini untuk tidak pernah berhenti bertikai? Manakah yang lebih berharga bagi mereka antara persatuan sesama Muslim dibanding sikap arogan, egois, fanatik serta pembelaan mati-matian terhadap madzhab yang mereka anut? Mengapa toleransi antar umat beragama yang berbeda lebih mereka perjuangkan daripada persatuan saudara seagama? Apakah umat non Muslim lebih layak untuk dihormati dan diayomi dibanding saudara sendiri sesama Muslim?


Sebenarnya kalau mau introspeksi, ada hal yang jauh lebih penting yang harus mereka perhatikan daripada mengurusi jumlah rakaat shalat Tarawih orang lain. Yaitu kebiasaan berlomba-lomba untuk terburu-buru dalam melaksanakan shalat Tarawih serta berbangga diri ketika shalat Tarawihnya selesai terlebih dahulu. Tidak jarang karena terlalu cepatnya shalat Tarawih yang mereka lakukan, mengakibatkan sebagian kewajiban tidak dilaksanakan. Seperti melaksanakan ruku`, i`tidal dan sujud tanpathuma`ninah atau membaca al-Fatihah dengan sangat cepat sehingga menggugurkan salah satu hurufnya atau menggabungkan dua huruf menjadi satu. Dengan begitu, shalat yang mereka laksanakan menjadi tidak sah, sehingga mereka tidak mendapatkan apa-apa darinya kecuali rasa capek (tuas kesel : Jawa). Ironisnya mereka tidak mengerti akan hal itu bahkan membanggakannya, sehingga mereka tidak pernah mengakui kesalahannya.(29)

Dari itu, waspadalah dan sadarlah wahai saudara-saudaraku..! Marilah kita bersatu dan saling mengingatkan antara satu sama lain bi al-hikmah wa al-mau`idzah al-hasanah.Marilah kita laksanakan shalat Tarawih dan shalat-shalat lainnya dengan benar. Marilah kita laksanakan shalat dengan khusyu`, khudhur, memenuhi segala syarat dan rukun serta penuh adab. Jangan biarkan syetan menguasai kita..! karena sesungguhnya syetan tidak dapat menguasai orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Syetan hanya dapat menguasai orang-orang yang mengasihinya dan orang-orang yang musyrik. Maka janganlah kita termasuk diantara mereka.
WA ALLAH A`LAM BI AL-SHAWAB.

* Penulis adalah mahasiswa tingkat III Fak. Syariah & Hukum Univ. Al-Ahgaff, Hadhramaut Yaman. Aktifis PCI-NU Yaman.


Catatan Kaki :

(1) Badrudin al-`Aini, `Umdah al-Qari Syarh Shahih al-Bukhari, Beirut : Dar Ihya` al-Turats al-Arabi, tt., XI/124. Ibnu Hajar al-`Asqalani, Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari, Cairo : Dar al-Rayyan li al-Turats, 1407 H., IV/296.

(2) Badrudin al-`Aini, op.cit., XI/126-127. `Ala`uddin Abu al-Hasan Ali bin Muhammad al- Dimasyqi, al-Ikhtiyarat al-Fiqhiyyah min Fatawa Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah, Alexanderia : Dar al-Iman, 2005 M, hal. 315-316. `Ala`uddin Abu al-Hasan Ali bin Sulaiman al- Mardawi, al-Inshaf fi Ma`rifah al-Rajih min al-Khilaf, Beirut : Dar Ihya` al-Turats al-Arabi, 1419 H, II/128.

(3) Menurut madzhab Syafi`i, shalat Tarawih boleh dikerjakan mulai dari dua rakaat dan maksimalnya adalah dua puluh rakaat. Lihat antara lain: Said bin Muhammad Ba`asyan, Busyra al-Karim, Jeddah : Dar al-Minhaj, 1429 H/2008 M, hal. 316. Ibnu Hajar al-Haitami, al-Manhaj al-Qawim, Mesir : al-Mathba`ah al-`Amirah al-Syarafiyah, tt., II/469. periksa juga komentar al-Kurdi dan al-Tarmasi pada halaman yang sama.

(4) Mulla Ali al-Qari, Mirqat al-Mafatih Syarh Misykat al-Mashabih, hal. 175. Abd. Qadir Isa Diyab, al-Mizan al-`Adil li Tamyiz al-Haq min al-Bathil, Damaskus : Dar al-Taqwa, 1425 H/2005 M, hal. 247. Dr. Yusuf Khatthar Muhammad, al-Mausu`ah al-Yusufiyah, Damaskus : Dar al-Taqwa, tt., hal. 634.

(5) Abd. Qadir Isa Diyab, op.cit., hal. 246-248. Dr. Yusuf Khatthar Muhammad, loc.cit.Husain bin Ibrahim al-Maghribi, Qurrah al-`Ain bi Fatawa Ulama` al-Haramain, Maktabah `Arafat, tt., hal.

(6) Ibnu Abdil Bar al-Andalusi, al-Istidzkar, Abu Dabi : Mu`assasah al-Nida`, 1422 H, II/317-319. Muhammad Mahfuzh al- Tarmasi, Mauhibah Dzi al-Fadhl, Mesir : al-Mathba`ah al-`Amirah al-Syarafiyah, tt., II/465-467. Abd. Qadir `Isa Diyab, op.cit., hal. 243-247.

(7) Muhammad Abd al-Rahman al-Mubarokfuri, Tuhfah al-Ahwadzi Syarh Jami` al-Tirmidzi, Beirut : Dar al-Kutub al-Ilmiyah, tt., III/438-450.

(8) Ibnu Taimiyah, Majmu` al-Fatawa, Editor : Anwar al-Baz dan Amir al-Jazzar, Dar al-Wafa`, 1426 H/2005 M, XXIII/112-113. Mulla Ali al-Qari, loc.cit.

(9) KH. Ali Mustafa Yaqub, Hadis-hadis Bermasalah, Jakarta : Pustaka Firdaus, 2007, hal. 148.
(10) Abd. Qadir Isa Diyab, op.cit., hal. 242. Dr. Yusuf Khatthar Muhammad, op.cit., hal. 632. KH. Ali Mustafa Yaqub, op.cit., hal. 148.

(11) Abdur Rahman al-Suyuthi, Tadrib al-Rawi, Beirut : Dar al-Fikr, 1414 H/1993 M, hal. 121. KH. Ali Mustafa Yaqub, op.cit., hal. 149.
(12) KH. Ali Mustafa Yaqub, loc.cit. menukil dari Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur`an al-Adzim,Riyadh : Dar `Alam al-Kutub, 1418/1998, I/571.
(13) KH. Ali Mustafa Yaqub, op.cit., hal. 155. Dr. Yusuf Khatthar Muhammad, op.cit.,hal. 635.
(14) Ibnu Taimiyah, loc.cit.
(15) KH. Ali Mustafa Yaqub, op.cit., hal. 156.
(16) KH. Ali Mustafa Yaqub, op.cit., hal. 139-140. menukil dari al-Dzahabi, Mizan al-I`tidal fi Naqd al-Rijal, Editor Ali Muhammad al-Bijawi, Beirut : dar al-Fikr, 1382 H/1963 M, III/311. Abd. Qadir Isa Diyab, op.cit., hal. 241.
(17) Abu al-Qasim Sulaiman bin Ahmad al-Thabarani, al-Mu`jam al-Ausath, Editor : Thariq bin `Awadh, Cairo : Dar al-Haramain, 1415 H, IV/108.
(18) KH. Ali Mustafa Yaqub, op.cit., hal. 140. Abd. Qadir Isa Diyab, loc.cit.
(19) Abdur Rahman al-Suyuthi, op.cit., hal. 303.
(20) KH. Ali Mustafa Yaqub, op.cit., hal. 143.
(21) Ibid.
(22) Ibid., hal. 146.
(23) Muhammad bin Isa al-Tirmidzi, al-Jami` al-Shahih, Editor : Ahmad Muhammad Syakir dkk., Beirut : Dar Ihya` al-Turats al-Arabi, tt., II/319.
(24) Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Talkhish al-Habir fi Takhrij Ahadits al-Rafi`i al-Kabir.
(25) Abdur Rahman al-Suyuthi, al-Jami` al-Shaghir. Isma`il bin Muhammad al-Ajluni,Kasyf al-Khafa` wa Muzil al-Ilbas, Beirut : Dar Ihya` al-Turats al-Arabi, tt., I/160
(26) Abdur Rahman al-Suyuthi, Jami` al-Ahadits. Isma`il bin Muhammad al-Ajluni,op.cit., I/223.
(27) Ibnu Mandzur, Lisan al-`Arab, Beirut : Dar Sadir, tt., II/455. Muhammad Murtadha al-Zabidi, Taj al-`Arus min Jawahir al-Qamus. Ahmad al-Fayyumi, al-Mishbah al-Munir fi Gharib al-Syarh al-Kabir. Majma` al-Lughah al-Arabiyah, al-Mu`jam al-Wasith, Cairo : Maktabah al-Syuruq al-Dauliyah, 1425 H/2004 M, hal. 380. Dr. Muhammad Rowa Qal`ah Jie dan Dr. Hamid Shadiq Qunaibi, Mu`jam Lughah al-Fuqaha`, Amman : Dar al-Nafa`is, tt., I/127. Ibnu Faris, Maqayis al-Lughah, Editor : Abd al-Salam Muhammad Harun, Ittihad al-Kitab al-`Arab, 1423 H/2002 M, II/378.
(28) Dr. Ali Gom`ah, al-Bayan lima Yusyghil al-Adzhan, Mi`ah Fatwa li Radd Ahamm Syubah al-Kharij wa Lamm Syaml al-Dakhil, Cairo : Dar al-Moqattham, 2009 M, hal. 272-273. KH. Ali Mustafa Yaqub, op.cit., hal. 137.
(29) Disarikan dari nasehat Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad di dalam kitab beliau,Nasha`ih al-Diniyah wa al-Washaya al-Imaniyah, hal. 175.[i] Ibnu Mandzur, Lisan al-`Arab, Beirut : Dar Sadir, tt., II/455. Muhammad Murtadha al-Zabidi, Taj al-`Arus min Jawahir al-Qamus. Ahmad al-Fayyumi, al-Mishbah al-Munir fi Gharib al-Syarh al-Kabir. Majma` al-Lughah al-Arabiyah, al-Mu`jam al-Wasith, Cairo : Maktabah al-Syuruq al-Dauliyah, 1425 H/2004 M, hal. 380. Dr. Muhammad Rowa Qal`ah Jie dan Dr. Hamid Shadiq Qunaibi, Mu`jam Lughah al-Fuqaha`, Amman : Dar al-Nafa`is, tt., I/127. Ibnu Faris, Maqayis al-Lughah, Editor : Abd al-Salam Muhammad Harun, Ittihad al-Kitab al-`Arab, 1423 H/2002 M, II/378.
read more