05/10/11

hukum hukum baca alqur'an

assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
artikel artikel dibawah ini menerangkan hukumnya membaca dan menulis al-qur'an dengan bahasa ajam saja,saya ambil dari beberapa situs dan dari keterangan beberapa orang yang sudah ahli agama,semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua amin.
artikel (1)
Pendapat Mazhab-Mazhab

Telah sekata ulama mazhab-mazhab pada menegah dari membaca dan menulis al-Qur’an dengan bacaan dan tulisan yang lain dari bacaan dengan lisan Arab dan tulisan al-Qur’an. Di bawah ini ialah pendapat-pendapat mereka itu:
1. Berkata Syeikh al-Islam Abu al-Hasan al-Marghinani al-Hanafi yang bermazhab Hanafi: Ditegah membaca dan menulis al-Qur’an dengan bahasa dan tulisan Farsi dengan ijmâ‘ umat Islam, kerana membaca dan menulis dengan lisan dan tulisan lain dari lisan dan tulisan al-Qur’an itu boleh
membawa rosak makna dan lafaznya…

2. Al-Imam Ibnu Hajar asy-Syafi‘e dalam Syarh al-‘Ubab pula berkata: Bahawa menulis al-Qur’an al-‘Azhim dengan huruf Arab itu menyebabkan orang dapat menentang dan melawan lafaz al-Qur’an, yakni huruf yang bukan huruf Arab itu boleh membawa tiada i‘jaz (tiada dapat melawan penentangpenentang al-Qur’an), bahkan membawa pada pelat dan kacukan, serta rosak susunan nazham (aturan) al-Qur’an.

3. Menurut Mazhab al-Imam as- Syafi‘e: Tidak harus (haram membaca al- Qur'an dengan bacaan lisan yang lain dari lisan Arab di dalam sembahyang sama ada dia dapat membaca dengan bahasa Arab atau tidak dapat membaca dengan bahasa Arab. Begitu juga haram membaca al-Qur'an dengan lisan ‘ajam (lain dari lisan Arab) di luar sembahyang sepertimana kata al-Imam Ibnu
Hajar dalam fatwanya.

4. Mazhab Hanbali pula menggariskan: Bahawa sembahyang jadi rosak dengan membaca al-Qur'an dengan lisan ‘ajam, sama ada orang itu lemah dari membaca dengan bahasa Arab atau tiada lemah. Mazhab ini memberi erti bahawa adalah ditegah sama sekali (haram) menulis dan membaca al-Qur'an dengan bahasa lain dari bahasa Arab.
5. Dan Mazhab Maliki: Adalah tidak harus sama sekali (haram) membaca al- Qur'an dan menulis al-Qur'an dengan lisan dan tulisan lain dari lisan dan tulisan Arab.

Demikian menurut al-'Allamah asy-Syeikh Muhammad Hasanain Makhluf dalam kitabnya Manhaj al-Yaqin fi Bayan ‘an al-Waqfa al-Ahliyya min ad-Din. Asy-Syeikh Muhammad Hasanain ialah seorang ulama besar yang terkenal di al-Azhar, Mesir.

Pendapat ini merupakan sokongan kuat kepada pendapat al-Imam an-Nawawi seorang tokoh dan jaguh ulama Syafi‘eyyah dalam Syarh al-Muhadzdzab, katanya: Tiada harus membaca al-Qur’an dengan bahasa lain dari bahasa Arab sama ada dia boleh membaca Arab atau tiada boleh membaca Arab, sama ada dalam sembahyang atau di luar sembahyang.

Menulis Hadits Dengan Huruf Rumi

Demikian juga menulis hadits dengan huruf rumi sama hukumnya dengan menulis al-Quran dengan rumi itu, kerana huruf-huruf rumi itu tiada lengkap dan boleh mengubah dan meminda bunyi lafaz Rasulullah Shallâllahu ‘alaihi wasallam, dan membawa salah serta bertukar erti dan tujuannya. Sedangkan memperkatakan sesuatu yang tiada datang daripada Rasulullah Shallâllahu ‘alaihi wasallam itu adalah suatu bohong dan dusta ke atas Baginda Rasulullah Shallâllahu ‘alaihi wasallam, dan membuat bohong dan dusta ke atas Rasulullah Shallâllahu ‘alaihi wasallam itu adalah menempah dosa dan azab api neraka, sebagaimana hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim:
Ertinya: Barangsiapa berbuat dusta ke atasku dengan senghaja, maka

hendaklah dia sediakan tempatnya dalam neraka jahanam.

Berkata al-Imam al-Ubbiyyu : Misal berbuat dusta itu ialah menuturkan hadits-hadits Rasulullah Shallâllahu ‘alaihi wasallam dengan salah dan lahan (salah baris, huruf dan perkataan).

Jadi berdasarkan al-Qur'an sendiri, hadits dan ijmâ‘ umat Islam seperti yang disebutkan di atas, maka nyatalah menulis al-Qur'an dengan tulisan lain dari lisan Arab, seperti menulis dengan rumi yang tiada mempunyai huruf-huruf: غ , ع , ظ , ط , ض , ص , ش , ذ , خ , ح , ث dan ق pada hal lisan Arab mempunyai semua huruf tersebut itu. Cubalah bayangkan jika surah aIFatihah sahaja di tulis dengan huruf rumi itu, sudah pasti, tidak boleh tidak, ayat al-Qur'an ini akan cedera dan berubah, dan mengubah huruf al-Quran pada bacaan dan lafaznya itu adalah haram berdasarkan perintah Allah Subhânahu wa Ta’âlâ : dalam al qur'an
(Surah al-Muzzammil: 4)

Adapun menulis dan membaca al-Qur'an itu dengan lain dari tulisan dan bacaan lisan Arab, pasti pada suatu masa kelak akan melemahkan pengetahuan al- Qur'an, khasnya pengetahuan praktis di bidang penulisan dan pembacaannya sebagaimana yang diperintahkan oleh syara‘. Lama kelamaan orang mungkin tidak akan berminat lagi dan bahkan tidak mahu mengaji dan belajar jawi,
belajar tulisan dan bahasa al-Qur'an, cukup dengan bergantung semata-mata kepada tulisan dan bacaan yang lain dari lisan Arab, seperti tulisan rumi atau Iain- Iain, sebagaimana hal ini sudahpun berlaku di Turki pada masa Mustafa Kamal Atartuk, siapa yang bertanggungjawab menghapuskan pemerintahan beraja atau bersultan di Turki, dan sekaligus membawa malap cahaya Islam di
sana, iaitu suatu jenayah dan dosa yang amat besar. Barang dijauhkan kita oleh Allah Subhânahu wa Ta’âlâ dari pekerjaan-pekerjaan dan perbuatan-perbuatan yang merosakkan agama Islam dan umat Islam itu. Wallahu alam…

sumber http://halaqah.net/v10/index.php?topic=11059.0

artikel (2)

ALQUR'AN & HADITS HARAM DIBACA DAN DITULIS

saya sering melihat dan mendengar banyak sekali orang orang yang membaca atau menulis ALQUR'AN dan HADITS dengan bahasa ajam[bukan dengan bahasa arab],padahal itu tidak boleh[HARAM],saya disini ingin meluruskan kebiasan kebiasaan sebagian orang islam yang kurang ngerti agama islam sendiri,agar mereka tidak tambah jauh dari ajaran islam yang sebenarnya,


dalil yang menunjukkan ketidak bolehan alqur'an dibaca atau ditulis dengan bahasa ajam,anda bisa lihat dikitab attaysir, RASULULLAH juga bersabda:

أعربوا القرأن والتمسواغرائبه 

untuk yang masalah hadits anda bisa lihat dikitab mushthalah hadits,

manfaat dari haramnya membaca dan menulis alqur'an dan hadits dengan bahasa ajam, sebenarnya banyak.antara lain:


a.untuk menjaga keasliannya.


b.membaca bahasa arab atau berbicara dengan bahasa arab itu adalah dzikir/dimasukkan pada dzikir.

c.dalam basaha arab itu ada nahwu,sharraf dan balaghahnya,dimana dalam bahasa arab banyak sekali tidak bisa diartikan secara lafdziyah,agar anda lebih faham anda pelajari balaghah dan qawa'idul lughah,saya tidak bisa menjelaskan disini karna ilmu ilmu itu memang sangat repot dan sulit,
disini saya hanya menyampaikan,agar kekeliruan kekeliruan yang sudah biasa ini tidak berlanjut,yang jelas dan terang membaca dan menulis alqur'an dan hadits dengan bahasa ajam saja itu haram.
semoga ini bermanfaat untuk kita semua amin.

artikel terkait: 

Imam Masjid Istiqlal: Transliterasi Huruf Arab ke Latin Ganggu Keyakinan Umat Islam

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM - Pakar Hadis yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, KH Ali Mustafa Yakub, mengkritik persoalan penggunaan transliterasi huruf Hijaiyah ke dalam huruf latin. Transliterasi ini membuat maknanya berbeda.

"Misalnya antara Ni'mah (pakai ain) dengan Niqmah yang ditulis dengan Nikmat. Ini jelas merusak kaidah dan tata bahasa Arab dan jadinya mengganggu keyakinan Islam," ujar Kyai Ali Mustafa Yakub pada diskusi panel tentang Problematika Terjemah Alquran, yang diselenggarakan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMA) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama, pada Rabu (22/6) di Mataram.

Hal yang sama juga disampaikan Dr Hj Faizah Ali Syibromalisi MA dari Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta. Menurut Faizah, penggunaan bahasa Indonesia dengan transliterasi yang salah membuat kalangan pengajar kesulitan dalam menyampaikan hal itu kepada anak didiknya termasuk mahasiswa. "Mereka baca salat, bukan shalat. Qomariyah dibaca Komariah," ujarnya.

Para peserta Mukernas Ulama Al-Qur'an merekomendasikan supaya ada ahli bahasa Arab yang masuk dalam tim penyusunan kamus Bahasa Indonesia.

BAGAIMANA HUKUMNYA MEMBACA ALQUR’AN DENGAN BAHASA AJAM SAJA? Assalamu’alaikum.wr.wb.

BAGAIMANA HUKUMNYA MEMBACA ALQUR’AN DENGAN BAHASA AJAM SAJA?

Pertanyaan ini sering dilontarkan kepada saya,sudah tiga kali saya mendapat pertanyaan seperti ini lewat email saya,dan sudah 6x kali ditanyakan langsung kepada saya.

Sampai sekarang saya masih belum menemukan jawaban yang membolehkan membaca alqur’an atau menulis alqur’an dengan bahasa ajam saja,kalau sekaligus,arab dan ajamnya sama sama ditulis tidak apa apa,seperti tulisan di JUZ ‘AMMA,atau di AL QUR’AN terjemah.

Namun ada juga yang tetap mengatakan tidak boleh,karna dikawatirkan,salah dalam penulisannya.

Dasar pengambilannya: saya ambil dari kitab ATTAYSIR halaman 3.

وتحرم قراءته بالعجية وترجمته .بل ينتقل الى البدل. وكذا قراءته بالمعنى فقط.

Haram membaca AL QUR’AN dengan bahasa ajam(selain bahasa arab) dan menerjemahkannya,akan tetapi dipindahkan dengan ada badal (ganti).dan haram juga membacanya dengan ma’nanya saja (tanpa bahasa arabnya).

Menurut keterangan KH.MISHBAH jember juga sama,bahkan menulis AL QUR’AN dengan arab dan di tambah dengan ajam masih dimakruhkan,karna di kawatirkan kesalahan dalam menulisnya,atau kesalahan dalam membacanya.di karenakan dalam bahasa Indonesia khususnya masih tidak jelas cara menulis huruf arab,contohnya. ذ biasanya di tulis “dz” tapi ada juga yang menulis “dh”.

“dh” biasanya buat menulis huruf arab ظ bukan ذ . dan mungkin masih banyak yang lainnya.

Mungkin saya rasa ini sudah cukup jelas,semoga ini bermanfaat buat kita semua amin.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

sumber http://mughits-sumberilmu.blogspot.com/2011/08/alquran-hadits-haram-dibaca-dan-ditulis.html?

artikel (3)

Membaca Al-Qur’an Latinnya Saja

ssalamu ‘alaikum Wr. Wb.Pak Ustad, bolehkan kita membaca Al-Qur’an huruf latinnya saja dan apakah hukumnya.Bukankah ALLAH bersifat AR-RAHMAN DAN AR-RAHHIM dan ALLAH itu milik semua umat di seluruh dunia.Terimakasih, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan.Herrytyo

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Al-Quran adalah bacaan yang merupakan mukjizat, turun dalam bahasa arab yang jelas, kepada manusia yang paling fasih, yaitu Muhammad SAW. Beliau pernah menyatakan bahwa dirinya adalah orang arab yang paling fasih. Ana afshahul arab.Membaca Al-Quran Latinya SajaTidak ada orang yang membaca Al-Quran dengan huruf latin kecuali dia buta aksara arab. Sebenarnya bagi kami, cara itu tidak dapat dierima. Bahkan cenderung malah menyesatkan.Sebab karakter huruf arab sangat jauh berbeda dengan huruf latin. Malah kalau boleh dibilang, semua huruf arab itu tidak ada padanannya dalam huruf latin.Tidak ada orang yang bisa menyebutkan huruf “syin” seperti dalam kata “Syajarah”, kecuali dia belajar dulu membunyikannya di depan seorang yang ahli membaca Al-Quran. Sebab huruf ’syin’ itu punya karakter, sifat dan cara membunyikan yang spesifik, unik dan tidak ada padananya dalam bahasa lain.Demikian juga tidak ada orang yang bisa menyebutkan huruf ‘ain seperti dalam kata ‘ibadah. Huruf ‘ain itu tidak bisa diwakili oleh koma, atau apostrop atau apapun. Karena huruf ‘ain itu punya karakter, sifat dan cara melafazkan yang teramat unik. Hanya orang yang belajar Al-Quran dengan talaqqi saja yang bisa melafazkan dengan benar.Karena itulah, Al-Quran tidak pernah diajarkan lewat tulisan dan huruf. Al-Quran diajarkan lewat oral sistem. Secara keren orang sering bilang lewat perantaraan native speaker.Sebaiknya anda berhenti dari membaca Al-Quran dengan mengeja huruf latinnya. Itu salah dan merusak bacaan. Bukan dapat pahala malah dapat dosa.Yang harus anda lakukan sekarang adalah datangi guru qiraah Al-Quran. Belajarlah membaca Al-Quran dengan makharijul huruf yang benar, dan pastikan sifat-sifat huruf itu benar anda pahami. Berikan hak kepada masing-masing huruf itu sesuai dengan porsinya.Dan ingat, jangan sekali-kali berpikir bahwa anda akan bisa membaca Al-Quran dengan cara otodidak. Al-Quran harus dipelajari lewat talaqqi, lewat seorang guru yang merupakan seorang qari‘.Membaca TerjemahanAnda boleh saja membaca terjemahan Al-Quran, kalau memang anda tidak mampu mengeja tulisan arab, atau kalau anda tidak paham bahasa Arab.Memang terjemahan itu dibuat untuk membantu orang-orang yang buta bahasa Arab, untuk mengetahui sedikit sekali tentang isi kandungan yang terdapat dalam suatu ayat.Kok sedikit sekali?Ya, terjemahan itu adalah informasi yang bersifat darurat, sekedar untuk mengatasi masalah dari pada tidak paham sama sekali.Tetapi jangan sekali-kali berpikir bahwa terjemahan itu adalah Al-Quran itu sendiri. Tidak, terjemahan itu sama sekali bukan Al-Quran. Terjemahan adalah sekedar interpretasi para penerjemah tentang apa yang mereka pahami dari ayat Quran.Dan secara hukum, terjemahan itu bukanlah ayat Al-Quran. Sehingga kalau dibaca tidak mendatangkan pahala. Terjemahan itu juga buka mukjizat yang turun kepada Rasulullah SAW. Terjemahan itu sama sekali tidak mengandung kekuatan bahasa, balaghah, dan juga hukum syariah.Terjemahan Al-Quran tidak lain hanyalah sandi atau morse yang digunakan dalam keadaan darurat saja. Informasi yang terkandung di dalam terjemahan tentu sangat terbatas dan fungsinya sangat minim.Berbeda dengan teks asli Al-Quran dalam bahasa Arab. Teks itu sendiri adalah mukjizat, karena asalnya dari lauhil mahfuz di langit sana. Turun secara berangsur-angsur selama 23 tahun dengan tidak berarturan awal dan akhirnya.Dibawa oleh malaikat yang palig mulia, yaitu Jibril alaihissalam. Disampaikan kepada nabi yang paling mulia, yaitu Muhammad SAW. Dan ditalqinkan kepada para shahabat beliau yang umumnya juga langsung menghafalnya. Dan diriwayatkan secara mutawatir dari generasi ke generasi hingga sampai ke generasi kita. Dihafal oleh orang berjuta di luar kepala.Yang dibawa itu bukan teks yang terdiri dari huruf-huruf, melainkna suaranya. Kira-kira seperti file mp3, bukan doc atau txt.Jangankan membacanya, mendengarkan lantunan ayat Quran aslinya itu saja sudah memberikan pahala. Bahkan saat mendengarkan, kita wajib memperhatikan, tidak boleh berisik atau ngobrol sendiri. Kalau kita bunyikan dengan mulut kita, maka tiap hurufnya akan diganjar dengan satu kebajikan yang lalu dilipat-gandakan menjadi sepuluh kali lipatnya.Sehingga begitu kita mengucapkan lafadz alif laam miim, kita sudah mendapat pahala 30 kali. Dan itulah Al-Quran dalam bahasa aslinya.Paham atau tidak paham, Al-Quran itu bacaan mukjizat. Apalagi kalau dibaca dan paham, maka tentunya keutamaannya akan berkali lipat.Alangkah menyedihkan kalau kita menyaksikan ada orang mengaku muslim, lahir dari keluarga muslim, KTP-ya tertulis beragama Islam, tetapi lidahnya kelu tidak bisa mengucapkan ayat-ayat Al-Quran. Ini merupakan malapetaka terbesar dalam sejarah. Mengaku muslim tapi tidak bisa membaca Al-Quran.Lalu berlari kepada terjemahan dengan alasan bahwa berpegang kepada Al-Quran itu kan yang penting paham, bukan bagaimana membaca. La haula wala quwwata illa billah.Dosa apa yang menimpa umat ini sampai bisa lahir generasi yang anti dengan Al-Quran seperti ini? Dosa apa yang dilakukan oleh orang tua kita sampai punya anak yang sampai tua pun tidak mau belajar membaca Al-Quran?Sebegitu jahatkah Al-Quran sehingga sejak kecil sampai kakek-kakek, kita masih membencinya dan tidak punya waktu untuk belajar membacanya?Apa dosa Al-Quran kepada kita sehingga kita sebegitu tega menjauhinya, anti pati untuk bisa melafazkannya, tidak punya keinginan untuk menghafalnya?Bukankah nanti di alam barzakh yang dingin dan gelap serta penuh siksa itu, justru Al-Quran lah yang akan menjadi pemberi syafaat buat orang yang membacanya? Tentu yang membaca lafadznya dalam bahasa arab, bukan yang membaca terjemahannya.Allah Maha Rahman dan Maha RahimKami agak kurang paham apa yang anda maksud dengan pertanyaan: bukankah Allah Maha Rahman dan Maha Rahim?Jawabnya memang benar Allah Maha Rahman dan Maha Rahim. Lalu maksudnya apa?Apakah dengan pertanyaan itu anda ingin mengatakan bahwa kita tidak perlu belajar membaca Al-Quran, karena alasannya Allah itu Maha Rahman dan Maha Rahim?Kami juga kurang mengerti dengan ungkapan anda yang menyebutkan bahwa Allah itu milik umat manusia. Pernyataan itu agak keliru. Sebab Allah SWT itu tidak dimiliki. Sebaliknya, Allah adalah Tuhan Yang Maha Memiliki. Dia adalah Tuhan Yang memiliki semua manusia.Jadi semua manusia harus tunduk kepada Allah SWT. Bukan di balik, bukan Allah SWT yang harus ikut maunya si manusia yang merupakan ciptaan-Nya.Di sisi lain, belajar membaca dan melafadzkan Al-Quran itu sangat mudah. Sebab Allah SWT sendiri yang telah menyebutkan di dalam firman-Nya: dalam (QS. Al-QAmar: 17)Jadi intinya, pelajarilah Al-Quran. Pelajari cara bacanya dalam cara membaca yang benar. Ejalah kata-katanya lewat tulisan arab. Pelajari juga maknanya lewat kitab-kitab tafsir yang muktabar.Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

sumber http://masmaman1.blogdetik.com/2008/09/24/membaca-al-quran-latinnya-saja/

3 komentar:

  1. kepajangan ini ustadz,bacanya sampek capek,mungkin dipersingkat saja,yang penting bisa difaham,trim

    BalasHapus
  2. disumber ilmu ada tiga artikel mengenai hal ini gan,coba kunjungi saja sendiri http://mughits-sumberilmu.blogspot.com

    BalasHapus